HAMA PADI: WERENG dan CARA PENANGGULANGANNYA

Jenis wereng

Hama wereng ada beberapa macam diantaranya yaitu wereng coklat, wereng hijau dan wereng loreng. Wereng coklat dalam bahasa latin disebut nilaparvata lugens. Sedangkan wereng hijau dalam bahasa latin di sebut Nephotettix virescens (Distant). wereng loreng dalam bahasa latin di sebut Recilia dorsalis.

Binatang ini sangat betah hidup di daerah yang lembab dan bersuhu sekitar 200c -300c, mempunyai siklus hidup antara 3-4 minggu yang dimulai dari telur (selama 7-10 hari), Nimfa (8-17 hari) dan Imago (18-28 hari). Serangga wereng dewasa berukuran panjang 0,1-0,4 cm. wereng dewasa bersayap panjang dapat menyebar sampai beratus kilometer.

Hama wereng ini menyerang padi mulai dari persemaian sampai padi mau panen, dengan cara menghisap cairan padi pada bagian pelepah daun.

Berikut adalah foto dari wereng coklat:

Berikut adalah foto dari wereng hijau:

Akibat yang ditimbulkan

Wereng coklat apabila menyerang tanaman padi, maka tanaman tersebut akan mengering pada satu lokasi secara melingkar di sebut juga hopper burn. Sedangkan wereng hijau dan wereng loreng adalah sebagai vector virus tungro. Dimana virus tungro ini merupakan penyebab penyakit kerdil rumput dan penyebab kerdil hampa pada tanaman padi. Tergantung saat penyebaran virus oleh wereng hijau tersebut. Apabila wereng tersebut menyebarkan virus tungro pada saat padi dalam kondisi masa pertumbuhan maka padi akan terkena penyakit kerdil rumput. Sedangkan apabila menyebarkan virus tungro pada saat sedang bunting maka padi akan terkena penyakit kerdil hampa.

Akibat-akibat yang disebabkan oleh jenis wereng ini bisa menyebabkan gagal panen (puso).

Berikut adalah poto hopperburn:

Musuh alami wereng

Di dalam ilmu biologi, alam selalu menjaga keseimbangannya dengan cara apa yang disebut rantai makanan. Begitu juga dengan wereng. Hama ini mempunyai musuh alami yang selalu menjaga populasinya agar selalu seimbang. Berikut ini adalah musuh alami dari wereng:

  • Laba-laba serigala (Pardosa pseudoannulata)
  • Laba-laba bermata jalang (Oxyopes javanus)
  • Laba-laba berahang empat (Tetragnatha maxillosa).
  • Kepik permukaan air (Microvellia douglasi)
  • Kepik mirid (Cyrtorhinus lividipennis)
  • Kumbang stacfilinea (Paederus fuscipes)
  • Kumbang koksinelid (Synharmonia octomaculata)
  • Kumbang tanah atau kumbang karabid (Ophionea nigrofasciata)
  • Belalang bertanduk panjang (Conocephalous longipennis)
  • Capung kecil atau kinjeng dom (Agriocnemis spp.)

Langkah Pencegahan

Untuk mencegah serangan hama wereng perlu dilakukan beberapa tindakan. Diantaranya:

  • Bersihkan gulma,singgang dari sawah dan areal sekitarnya.
  • Hindari penggunaan pestisida secara tidak tepat yang dapat menyebabkan terbunuhnya musuh alami.
  • Gunakan varietas tahan wereng seperti Ciherang, Mekongga, dan Cigeulis.
  • Gunakan varietas tahan tungro seperti IR-50, IR-64, Citanduy, Dodokan, IR –66, IR-70, Barumun, kelara, memberamo, IR-36, IR-42, Semeru, Ciliwung , Kr. Aceh, Sadang, Cisokan, Bengawan , Citarum dan terakhir adalah serayu.
  • Jumlah kritis: pada kepadatan 1 wereng coklat/batang atau kurang, masih ada peluang menekan populasi.
  • Amati wereng di persemaian setiap hari, atau setiap minggu setelah tanam pindah pada batang dan permukaan air. Periksa kedua sisi persemaian. Pada tanaman yang lebih tua, pegang tanaman dan rebahkan sedikit dan tepuk dengan pelan dekat bagian basal untuk melihat kalau ada wereng yang jatuh ke permukaan air.
  • Gunakan perangkap cahaya waktu malam ketika terlihat ada gejala serangan wereng. Jangan tempatkan cahaya dekat persemaian atau sawah. Bila perangkap cahaya diserbu oleh berates wereng, berarti persemaian dan sawah perlu segera diperiksa; lalu amati setiap hari dalam beberapa minggu berikutnya.
  • Pupuk lengkap (NPK), dosis 250 kg urea, 100 kg
  • SP36, dan 100 kg KCl/ha dapat membantu upayaSP36, dan 100 kg KCl/ha dapat membantu upaya pencegahan

Langkah Pengendalian

Langkah pengendalian ini dilakukan setelah jumlah wereng per rumpun sudah melebihi ambang ekonomi. Untuk hama wereng ambang ekonominya yaitu 2-5 ekor per rumpun (tergantung masing-masing daerah, bila endemik bisa lebih rendah lagi). Apabila sudah melebihi ambang ekonomi tersebut, maka harus dilakukan penyemprotan yang bertujuan untuk menekan populasi hama wereng tersebut.

Jenis pestisida yang dianjurkan untuk mengendalikan hama wereng ini adalah insektisida yang berbahan aktif:

  • amitraz,
  • buprofezin,
  • beauveria bassiana 6.20 x 1010 cfu/ml,
  • BPMC,
  • fipronil,
  • imidakloprid,
  • karbofuran,
  • karbosulfan,
  • metolkarb,
  • MIPC,
  • propoksur,
  • tiametoksam.

Ketika melakukan penyemprotan sebaiknya dimulai dengan membuka (“membiak”) antara barisan tanaman, kemudian menyemprot tanaman dengan mengarahkan semprotan ke bagian batang bawah.  Hal ini dilakukan karena biasanya wereng berada di bagian batang bawah.

Daftar Rujukan

  1.  Dr. Suyamto, November 2005, masalah lapang, hama, penyakit, hara pada padi
  1. Widiarta, I Nyoman dan Kusdiaman, Dede, 2007, Penggunaan Jamur Entomopatogen Metarizhium anisopliae dan Beauveria bassiana untuk Mengendalikan Populasi Wereng Hijau, PENELITIAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN VOL. 26 NO. 1.
  2. Marheni, 2004, Kemampuan Beberapa Predator pada Pengendalian Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stal.) Jurnal Natur Indonesia.
  3. Anonim, 2011, Pestisida Tingkatkan Populasi Hama Wereng, http://distan.pemda-diy.go.id
  4. Nazarreta, Rizky, 2010,  Cara Mengendalikan Wereng Coklat Dan Tungro, http://rizkynazar08.student.ipb.ac.id/2010/06/20/bagaimana-cara-mengendalikan-wereng-coklat-dan-tungro/
  5. Anonim, di akses 2011, MENGENDALIKAN SI PENGHISAP CAIRAN BATANG PADI,  http://sinartani.com/index.php
  6. Endah, Alam, 2010,Wereng Batang Coklat Hama Padi Yang Sulit Dibasmi, http://alamendah.wordpress.com/2010/06/26/wereng-batang-coklat-hama-padi-yang-sulit-dibasmi/
  7. Untung Kasumbogo, Prof. Dr. Ir. M.Sc. dan Trisyono Y. Andi, Prof. Dr. Ir. M.Sc., diakses 2011, WERENG BATANG COKELAT MENGANCAM SWASEMBADA BERAS, http://www.faperta.ugm.ac.id/
About these ads

29 responses

  1. Ping-balik: OPTIMALISASI PENGENDALIAN HAMA WERENG HIJAU SECARA EFEKTIF « opickbhatara

  2. kendalikan wereng, mulai dgn menanam benih padi tahan wereng, gunakan pupuk berimbanng, sebelum tebar, benih diberi regent merah (dipersemaian). Pindah tanam umur 10 hari biasanya pupuk+ regent tabur, klo mulai terlihat hama wereng umur 25 hr sy semprot dg regent WG+ applaud

    • wereng adalah mahluk hidup, dia bisa berkembang biak dengan cara menempelkan telurnya pada tanaman yang lain selain padi, selama di tempat tersebut mendukung kehidupannya.

    • coba pakai obat dengan zat aktif: buprofezin dan bpmc, dengan pemakaian kontinyu tiap 10 hari . di mulai sejak padi umur 20 HST sampai umur 90 HST. Dosis buprofezin 1000 ml/Ha kepekatan obat 100 Ec, BPMC 700 ml/ha kepekatan obat 500 ec.
      Pengalaman penulis dengan dosis tersebut hama wereng terkendali sampai panen.

      • langkah insektisida telah dilakukan. tepi wereng sudah merusak tanaman padi.. adakah kemungkinan padi bisa hidup/subur kembali. langkah apa yang harus kamu lakukan

  3. gan. Tanaman padi sy ada Wbc bberapa ekor perrumpun. Dan jp sy lihat ada musuh alami hama. Apakah perlu diberikan pestisida. Dan apa plenum dpt membunuh musuh alami hama. Trimakasih

    • Mas imron, berapa jumlah wereng per rumpunnya? berapa jumlah musuh alami pada rumpun tersebut?
      teorinya adalah perkembangbiakan wereng tersebut akan bisa di hambat (dimakan) oleh musuh alami.
      Sekirannya jumlah wereng tersebut diluar kemampuan “makan” musuh alami sebaiknya di bantu dengan pemakaian pestisida.
      Plenum adalah sebuah pestisida yang relatif keras, berdasarkan pengalaman dari rekan petani obat tersebut dapat mengatasi hama wereng dari stadium telor, imago, sampai wereng dewasa. Pestisida ini cocok dengan keinginan petani secara umum. Karena bisa mengatasi permasalahan wereng dengan relatif singkat (paling lama 4 hari sudah bersih).
      Semua pestisida pasti membunuh musuh alami, mengapa saya berkesimpulan demikian?? lha wong makanannya pada mati (dalam hal ini wereng) ya ujung-ujungnya musuh alami juga mati, karena tidak ada makanan. :D
      Namun demikian selagi pemakaian obat/pestisida tersebut tepat waktu, tepat dosis, tepat sasaran, mudah-mudahan musuh alami tidak terbunuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s