52. Membuat Keputusan

Cerita ini saya persembahkan buat pembaca budiman, semoga bisa di ambil manfaatnya.

Sumber dari cerita ini adalah dari buku “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya”

 

Sebuah masalah dengan solusi memerlukan sebuah keputusan, namun bagaimanakah cara mengambil keputusan penting dalam hidup kita?
Biasanya kita mencoba mencari orang lain dan memintanya untuk membuat keputusan sulit bagi kita. Dengan begitu, jika kemudian terjadi sesuatu yang salah, kita punya seseorang sebagai kambing hitamnya. Beberapa teman saya pernah mencoba mengakali saya supaya membuat keputusan bagi mereka, tetapi saya menolak. Yang saya lakukan adalah menunjukkan kepada mereka bagaimana mereka bisa membuat keputusan yang bijaksana oleh diiri mereka sendiri.
Saat kita tiba dipersimpangan jalan dan tak yakin arah mana yang harus diambil, kita sebaiknya menepi, rehat sejenak, dan menanti sebuah bis. Segera, biasanya pada saat kita tak berharap, sebuah bis tiba. Di bagian depan bis umum ada tulisan yang menandakan tujuan dari bis itu. Jika tujuan Anda sama naiklah ke bis itu. Jika tidak, tunggulah, akan selalu ada bis lain yang datang.
Dengan kata lain, saat kita harus mengambil suatu keputusan dan tak yakin apa yang akan terjadi, kita sebaiknya menepi, rehat sejenak, dan menunggu. Segera, biasanya saat kita tak berharap, sebuah solusi akan menghampiri. Setiap solusi mempunyai tujuannya sendiri. Jika tujuannya cocok dengan tujuan kita, ambillah solusi itu. Jika tidak, kita tunggu lagi, akan selalu ada solusi lain yang akan datang.
Begitulah cara saya membuat keputusan. Saya mengumpulkan semua informasi dan menunggu kedatangan solusi. Sesuatu yang bagus akan selalu datang, asalkan saya tetap sabar. Biasanya dia datang dengan tak disangka-sangka, ketika saya tidak memikirkannya.

49.Terjebak di Antara Macan dan Ular

Cerita ini adalah cerita yang ke 49, saya sitir dari buku yang berjudul :

“Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya”, karya Ajahn Brahm.

Selamat membaca, semoga dapat mengambil hikmah dari cerita ini……..

 

Ada sebuah cerita kuno Buddhis, yang seperti cerita sebelumnya, menggambarkan mengenai bagaimana kira-kira respon kita dalam menghadapi krisis antara hidup dan mati.

Seorang lelaki berlari tunggang langgang dikejar oleh seekor macan di hutan. Macan dapat berlari lebih cepat daripada manusia dan mereka juga makan manusia. Macan itu sedang lapar ; lelaki itu dalam kesulitan.

Ketika macan hampir saja berhasil menerkamnya, orang itu melihat sebuah sumur di pinggir jalan. Dalam keputusasaannya, tanpa pikir panjang dia melompat ke dalam sumur itu. Segera saja dia sadar bahwa dia telah melakukan kesalahan fatal. Sumur itu kering dan di dasarnya, dia melihat segulung besar ular hitam.

Secara naluriah dia menggapaikan lengannya untuk meraih tepi sumur, dan tangannya menemukan sebuah akar pohon yang mampu menahan laju kejatuhannya. Ketika dia telah merasa cukup tenang, dia melihat si ular hitam menjulurkan tubuhnya setinggi mungkin untuk mencoba menyerang kakinya, tetapi kakinya sejengkal lebih tinggi. Dia lalu mendongakkan kepala dan melihat si macan mencondongkan tubuhnya di bibir sumur untuk mencoba mencakarnya dari atas ; tetapi tangannya sejengkal lebih jauh dari si macan. Selama dia merenungkan keadaannya yang mengenaskan itu, dia melihat dua ekor tikus, yang satu hitam dan lainnya putih, muncul dari sebuah lubang kecil dan mulai mengerat akar pohon yang dipegangnya.

Selama si macan mencoba mencakarnya, kaki belakangnya berpijak pada sebuah pohon kecil di tepi sumur yang menyebabkan pohon itu bergoyang-goyang. Pada salah satu dahan pohon yang menjuntai dari atas sumur, terdapat sebuah sarang lebah, madu pun mulai menetes jatuh ke dalam sumur. Melihat tetesan madu, lelaki itu menjulurkan lidahnya untuk menangkap tetesan madu tersebut.

“Mmmm ! Sedap sekali,” dia berkata kepada dirinya sendiri dan tersenyum.

Kisah itu, sebagaimana diceritakan secara tradisi, berakhir sampai di situ saja. Itulah sebabnya kisah itu menjadi kisah sejati bagi kehidupan. Karena kehidupan, sebagaimana sinetron televisi yang bertele-tele, tidak punya akhir yang rapi. Kehidupan ini selamanya dalam proses penuntasan.

Lebih lanjut, sering dalam kehidupan ini kita bagaikan terjebak di antara macan lapar dan ular hitam, di antara kematian dan sesuatu yang lebih buruk, dengan siang dan malam (kedua tikus) mengunyah-ngunyah seutas tali kehidupan tempat kita bergantung. Bahkan dalam situasi yang menakutkan seperti itu selalu ada saja madu yang menetes entah dari mana. Jika kita bijaksana, kita akan menjulurkan lidah untuk menikmati tetes-tetes madu itu. Mengapa tidak ? Ketika tak ada yg perlu dilakukan, ya jangan ngapa-ngapain, nikmati saja tetes-tetes madu kehidupan.

Seperti yang saya katakan, secara tradisional kisah itu berakhir di sini. Namun demikian, dalam rangka membuat sebuah kesimpulan, saya biasanya menceritakan akhir yang sebenarnya dari kisah itu kepada pemirsa saya. Inilah yang terjadi berikutnya.

Tatkala lelaki itu menikmati tetesan madu, tikus-tikus terus mengerat akar pohon sehingga menjadi makin tipis dan makin tipis saja. Si ular hitam pun terus menjulur-julurkan tubuhnya makin dekat dengan kaki si lelaki ; sementara si macan terus mencondongkan tubuhnya lebih dalam lagi hingga cakarnya nyaris menjangkau tangan si lelaki. Lalu si macan dengan penuh semangat mencondongkan kembali tubuhnya lebih dalam lagi, tiba-tiba dia terjatuh ke dalam sumur, meluncur melewati lelaki itu dan menimpa si ular sampai mati ; macan itu pun sekarat di dasar sumur.

Yah, itu bisa saja terjadi ! Dan sesuatu yang tak terduga biasanya terjadi.

Begitulah kehidupan kita. Jadi mengapa menyia-nyiakan momen manisnya madu, bahkan bila kita berada dalam masalah yang benar¬benar pelik sekalipun. Masa depan itu tak pasti, kita tak pernah tahu pasti apa yang akan terjadi kemudian.

Masa Depan itu tak pasti, Kita tak pernah tahu pasti apa yang akan terjadi kemudian. Dan saat segala Masalah yang pelik telah sirna, hidup tidak selalu harus tidak berbuat apa-apa, Menikmati Madu! Hidup juga harus diperjuangkan dengan segenap daya, agar Hidup dapat semakin Hidup.

KEHIDUPAN tak akan pernah luput dari Masalah, Percobaan dan Penderitaan.

Setiap orang punya kisah duka nestapa sendiri-sendiri, tergantung bagaimana cara kita menyikapi.

Kebanyakan kita melihat hanya dari segi Derita, Nestapa, Masalah, Cobaan tersebut. Sehingga dalam HIDUP tak ada SUKA CITA sedikit pun yang tersisa. Hanya ada Kesedihan, Duka, Amarah, Kejengkelan dan Perasaan¬perasaan Negatif lainnya. Tidak heran, sering kita temui orang-orang yang mengalami Depresi, Penyakit Psikosomatis, Bahkan sampai Bunuh Diri.

Alangkah INDAH Kehidupan di Dunia, Jika kita senantiasa bisa mencari Sisi POSITIF dari segala yang kita alami

dan Mampu menikmatinya. Belajarlah untuk Senantiasa BERSYUKUR. Niscaya akan selalu ada SUKA CITA di dada.

Membuat Kabel Serial dari Kabel DKU-5

Latar Belakang

Setelah vakum sekian lama saya baru ada kesempatan untuk membuat sebuah tulisan di blog ini.
Tulisan kali ini lebih mengacu ke tutorial DIY (Do It Yourself), sehingga semua resiko kesalahan dan kerusakan di luar tanggung jawab penulis. Namun demikian langkah-langkah pada tutorial ini telah di lakukan oleh penulis sendiri dan berhasil tanpa ada kendala yang berarti.
Pembuatan tutorial ini di awali oleh kebutuhan akan sebuah port serial untuk pemrograman mikrokontroler. Karena laptop jaman sekarang sudah tidak mempunyai port serial, sehingga diperlukan sebuah interface/adapter yang bisa menjembatani antara soket USB (Laptop) dan Serial (mikrokontrol dan lain sebagainya).
Adapter/interface USB to serial yang sudah jadi relatif banyak, namun harganya mahal, sehingga penulis mencoba untuk membuat sendiri kabel USB to Serial adapter dengan memanfaatkan kabel DKU-5 yang udah lama mangkrak di lemari.

Target akhir yaitu mempunyai kabel USB to Serial adapter dengan harga yang relatif murah.

Alat dan Bahan
1. Kabel DKU-5
2. Solder
3. Timah
4. Soldering grease
5. Avometer
6. Pisau
7. Isolasi
8. DB9 Male socket
9. Laptop
10. Software Tera Term
11. Kertas/buku
12. Pulpen

bungkusdku5
Gambar Bungkus DKU-5

soketdb9male44
Gambar Soket DB9 Male

Langkah kerja Pembuatan
1. Kupas kabel DKU-5 dengan pisau, pada jarak kira-kira sepuluh centimeter dari konektor hp, setelah di kupas terdapat lima buah kabel dengan warna coklat, kuning muda, hijau, merah, dan kuning tua.

ee166Gambar Warna kabel serabut

2. Mengecek konektivitasnya kabel dan soket dengan menggunakan avometer.
cc

Gambar Avometer yang di gunakan untuk mengukur konektivitas

Hasil pengukuran diperoleh:
Warna kabel           PIN            Funsi
Coklat                           2                 Gnd
Kuning muda               3                 ACI (Accessory Control Interface)
Hijau                             4                 Vout
Merah                          5                  Rx
Kuning tua                   6                  Tx

Karena dalam komunikasi dengan peralatan lain hanya butuh Tx, Rx, Gnd maka Vout dan ACI (Accessory Control Interface) saya abaikan dan di isolasi untuk menghindari konslet.

Adapun penomoran pin mengacu pada gambar berikut:

kakikonektor22Gambar Pin pada sisi soket DKU-5

hh144Gambar Pin pada sisi soket HP Nokia

3. Lakukan penyolderan pada kabel merah (Rx) ke kaki nomer 2 pada soket DB9 male, kabel kuning tua (Tx) ke kaki nomer 3, kabel warna coklat (Gnd) ke kaki nomer 5, kabel yang lain di isolasi karena tidak di pakai.

Hasilnya seperti ini:

ddGambar Kabel yang telah di solder

4. Lelehkan lem bakar untuk melindungi kabel dari resiko konslet, tunggu sampai kering.

lem66Gambar Pemasangan Lem Bakar

5. Pasang tutup DB9.

kk1Gambar : Kabel serial yang telah selesai

 

Langkah Kerja Pengujian Kabel
Sekarang waktunya mencoba konektifitas/menguji kabel yang telah kita buat tersebut dengan program Tera Term.
1. Install driver DKU-5
2. Masukan kabel DKU-5 ke USB Laptop
3. Buka Control Panel, Device Manager, terlihat ada tulisan Prolific USB to serial com7, catat nomor portnya. Dalam hal ini port com7.

devicemngerbbGambar Prolific pada port com7

4. Buka program Tera Term

bukateraterm11Gambar Program Tera Term

5. Pilih serial, port com7

pilihcom77Gambar Menu pada serial

6. Koneksikan Rx dan Tx pada Db9 dengan kabel.

jjGambar Kaki Rx dan Tx di sambungkan

7. Kembali ke Tera Term dan ketikan beberapa karakter pada key board, jika pada layar muncul karakter yang anda ketik, berarti sudah benar.

hasilteraterm77Gambar Karakter yang muncul pada layar

8. Sukses dan Hemat …………………….

Daftar pustaka:
http://buffalo.nas-central.org/wiki/Use_a_Nokia_Serial_Cable_on_an_ARM9_Linkstation
http://connector.pinouts.ru/14_pin_Nokia_pop-port_cell_phone_special/
http://rtfm.vtt.net/pinouts/data/nokia_pop_pinout.shtml.htm
http://maxembedded.com/2013/09/serial-communication-rs232-basics/
https://groups.yahoo.com/neo/groups/emanage/conversations/topics/14243
http://www.uchobby.com/index.php/2009/10/04/diy-usb-to-serial-cable-for-3/#more-492

Efek samping penutupan DOLLY

cerita lucu ini saya dapatkan dari sini……

 

Seorang ibu pergi ke toko hewan dan melihat burung Beo yang indah. Harganya 50 ribu.

Ibu: “Kok murah mas?”
Sipemilik toko: “Beo ini dulunya peliharaan germo DOLLY jadi sering ngomong jorok, makanya dijual murah karna gak ada yang mau beli”.

Si ibu berpikir sejenak & memutuskan untuk beli burung yg indah itu. Ia membawa pulang dan menaruhnya di sangkar di ruang tamu.

Burung itu melihat ke sekeliling ruangan, lalu melihat ibu itu dan berkata:
“Rumah baru, germo baru” .

Ibu itu kaget, tapi dia menganggapnya lucu

Saat anak gadisnya pulang dari sekolah, burung itu melihatnya dan berkata, “Rumah baru, germo baru, wajah baru”

Si anak dan ibu itu merasa sedikit tersinggung, tapi akhirnya bisa mengerti karna cuma seekor burung

Beberapa saat kemudian pak Alex , suaminya ibu itu pulang dari kantor. Burung itu melihatnya dan berkata:
“Ciluk ba!! Halo om Alex… ketemu lagi!”.

Langganan lama.. Langganan lamaa..

Si ibu langsung teriak : Baaapaakkk..!!! “.

 

LEBARAN

Lebaran atau hari raya Iedul Fitri adalah sebuah kata yang paling ditunggu oleh masyarakat khususnya umat Islam, bukan hanya dapat THR, tapi juga sebuah kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara.

Pada kesempatan berkumpul tersebut dilakukan sebuah ritual saling memaafkan antar sanak keluarga dan tetangga.

Lain lagi ceritanya dengan anak-anak, mereka bersuka cita menyambut lebaran karena mereka mendapatkan baju baru dan uang saku yang melimpah, karena setiap kali mereka bersalaman mereka akan mendapatkan uang.

Namun demikian semakin dewasa, kita semakin mengerti bahwa sebuah permohonan maaf tidak selalu di ucapkan dengan kata “maaf”, ada berbagai cara permohonan maaf yang dilakukan sesuai dengan perjalanan hidup, pengalaman dan tingkat pendidikan seseorang.

Selamat berlebaran, semoga kita menjadi orang yang mengerti makna “maaf” dibalik tindakan seseorang……………………..

ANCOL DI MALAM HARI

Kala itu, Jempoltangan mulai jenuh dengan berbagai macam persoalan, sehingga butuh penyegaran yang relatif beda dengan biasanya.

Setelah berpikir akhirnya Jempoltangan pun menentukan sebuah tempat yang sedikit romantis. Yah, tempat tersebut adalah Ancol dengan segala keindahannya di malam hari.

Kemudian di telponnya sang kekasih…………….

Haloooo……….. ujar Jempoltangan

Haloo juga, ada apa a???? ujang suara manis di ujung telepon

Nanti sore kita jalan yuk ke Ancol!! ajak Jempoltangan tanpa basa-basi lagi

Hayu……. neng juga lagi jenuh nih pengen jalan-jalan a!! jawab sang gadis, sebut saja namanya Rahma, seorang gadis metropolitan keturunan jawa.

Setelah selesai janjian, ditutupnya telepon gengamnya.

Motor tuanya mulai di lap dan di bersihkan supaya nanti sore tidak mogok.

Waktu berjalan terasa lambat, namun jam yang telah ditentukan datang juga, di staternya motor kesayangan Jempoltangan. Raungannya membuat para tetangga menutup telinga, maklum knalpotnya pada rombeng termakan karat.

Kemacetan Jakarta di tebasnya, tiada lain yang dituju rumahnya Rahma seorang gadis cantik di daerah priok.

Assalamualaikum…………. ucap Jempoltangan di depan rumahnya Rahma

Waalaikum salam ucap seseorang dari dalam rumah menjawab salam

Aa……….. cepet banget, masih jam 6 sore udah datang, ucap sang gadis sambil mempersilahkan duduk pada kekasihnya itu.

iya neng, udah cape nunggunya, jadi langsung aja ke sini……… ucap Jempoltangan.

ya udah, tunggu yah, neng mau ganti baju dulu………… jawab Rahma kemudian dia masuk ke kamarnya untuk ganti baju

iya jawab jempol tangan. dikeluarkannya hp android untuk main game supaya tidak jenuh menunggu, karena biasanya cewek itu kalau ganti baju lamanya minta ampuuuuuuuuuuuuuuuuun.

hayu…. a, ucap Rahma

benar saja cewek itu kalau ganti baju lamanya hampir satu jam.

hayu ucap jempol tangan, disimpannya hp android ke dalam saku celana jeans.

dan mereka pun menaiki motor menuju Ancol.

Nggak seberapa lama sampailah mereka di daerah Ancol, Jempoltangan langsung menuju tempat makan Jepang. Dia langsung pesan tempat di pinggir laut. Sambil melihat pemandangan pinggir laut, makanan khas Jepang menemaninya.

mknanjepang1

mknanjepang2

poto-poto makanan jepang.

Setelah selesai makan mereka berjalan kaki di pinggir laut, melihat-lihat keindahan Ancol yang sangat romantis di malam hari.

IMG_20131126_182922_0cnt

IMG_20131126_191323_0cnt

Kemudian mereka duduk-duduk sambil bencengkrama, melepaskan rasa penat dan rindu yang menggebu……………………………….

“ D u r i a t “

Kapal cai mulai jalan.

Meuni waas, lampu listrik hurung cararaang.

Ras inget ka mangsa anu tos kaliwat.

Awewe geulis make baju warna beureum bata,

Imut ngagelenyu bari ngagupayan.

Ti harita mimiti nulis di jero hate, ngancik dijero kalbu.

Mepende hate dugi ka kiwari.

Duh junjunan iraha urang tiasa patepang……?

 

Gilimanuk Ketapang, kaping 14 Mei 2014.

BETULIN JOYSTICK PS

Hari itu sekitar jam 11 malam, hujan turun sangat deras, jempoltangan duduk sendirian hanya sebatang rokok dan segelas teh pahit menamani kesendiriannya. Dia sibuk membetulkan sepasang joystick ps milik seorang temen deketnya.
Ketika mau mengecek kontinuitas kabel2nya, dia kelabakan karena avo meternya sedang dipinjam oleh temen. Mau di ambil takut udah tidur, terpaksa dech dia bikin alat untuk mengeceknya dulu, yaitu dengan menggunakan alat seadanya: 2 buah batre bekas jam dinding, sebuah led bekas dari korek api gas, dan kabel.
Berikut gambar alatnya:

aaIMG_20140302_170324_0inisial

Apabila ada kontinuitas, lampu led akan menyala, seperti gambar berikut:

aaIMG_20140302_170347_0inisial

Dan ini gambar skema kabel joystiknya
aaIMG_20140212_072711_0inisial
Dan ini gambar-gambar joystick yang sudah dibongkar:

aaIMG_20140302_170148_0inisial

aaIMG_20140212_072824_0inisial

aaIMG_20140212_072802_0inisial

Setelah ukur-sana ukur-sini baru ketahuan ternyata ada kabel yang putus di tengah, karena gak ada toko elektronik yang buka tengah malam, terpaksa dech di cari tempat yang putusnya, dengan cara di sobek, terus di test pake tester tadi, setelah ketahuan langsung di sambungkan.
Tepat jam 2 pagi, kedua joystick tersebut beres dikerjakan, jempol tangan cuci kaki, cuci muka (minum obat cacing) terus tidur …………………………

Catatan:
Berhubung ada beberapa bloger yang suka memanfaatkan tulisan dan hasil jepretan (poto) tanpa menuliskan alamat: centongkaleng.wordpress.com, maka sekarang foto-foto yang di upload memakai inisial.

TERNYATA DIA SEORANG “BANGSAWAN”

Hari itu hari senin, jempoltangan jalan-jalan ke sebuah tempat, pada sebuah kebun yang indah dilihatnya seorang wanita masih memakai baju tidur berwarna merah sedang memetik daun-daunan dan cabai untuk lalab makan,
Jempol tangan terperangah, betulkah dia???
Melihat tinggi badannya, memang dia
Melihat potongan rambutnya, memang dia
Tapi nggak mungkin dia pikirnya…… Sebab dia bukan turunan bangsawan!!!
Saking penasarannya, jempol tangan mengendap-endap untuk memastikan kebenaran penglihatannya.
Perlahan tapi pasti dia semakin jelas melihat roman mukanya yang cantik dan kulitnya memerah terkena sinar mentari pagi.
Ya, ternyata memang dia…………………….
Setelah yakin bahwa yang dilihatnya itu dia, jempol tangan mundur sambil mengendap-endap lagi, takut mengagetkannya.
Di tempat yang agak jauh, jempol tangan teringat akan gelar “kebangsaawanan” dirinya yaitu Raden Jutek Mangku Wedok. Gelar bangsawan inilah yang suka di jadikan olok-olok oleh gadis tersebut.
Sedangkan gadis tersebut mengaku bukan keturunan bangsawan dan selalu menghindar bila di tanya tentang gelar kebangsawanannya. Ya, memang dia gadis yang rendah hati, tidak pernah membanggakan gelar kebangsawanannya.
Sore harinya setelah selesai jalan-jalan, jempol tangan ngobrol dengan tetua adat setelah berbasa-basi dia langsung mengutarakan maksud kedatangannya yaitu untuk menanyakan silsilah/trah gadis yang selalu mengaku bukan bangsawan tersebut.
Kemudian tetua adatpun membuka sebuah buku yang lapuk usianya, dengan perlahan-lahan di runutnya silsilah gadis tersebut dan ternyata dia seorang bangsawan juga dengan gelar Raden Ayu Ningsih Ambengwati. Adapun arti dari nama tersebut adalah perempuan dengan kulit kuNING dan berSIH, AMarahnya BENGkak.
Hahahahahahahahaha……….. akhirnya ketahuan juga ternyata kamu seorang bangsawan yang suka marah.
😛

 

PERBANDINGAN BIAYA ANTARA PEMAKAIAN AGEN HAYATI JAMUR BAUVARIA BASSIANA DENGAN INSEKTISIDA KONVENSIONAL DALAM PERAWATAN PADI KETAN VARIETAS DERTI PADA MUSIM TANAM GADU BULAN APRIL 2013 SAMPAI SEPTEMBER 2013 DI LAHAN PERTANIAN IRIGASI TEKNIS

K a t a   p e n g a n t a r

Mengawali tulisan ini, saya akan mencoba untuk berbagi sedikit ide dan pengalaman dalam menghadapi hama, khususnya yang menyerang padi varietas ketan.

Sebelum itu saya ucapkan “salam sejahtera” semoga kesuksesan selalu mendampingi kita semua.

Perlu saya ingatkan kembali, seperti tutorial lainnya  di dunia internet, ada aturan yang berlaku yaitu: “Do It With Your Own Risk” karena saya hanya membagikan pengalaman saja sementara kondisi lapangan hanya para pembaca yang tahu dengan jelas.

Be a wise man brother…………!!

Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan.

 

 

Terima kasih

 

 

Penulis

 

R i n g k a s a n

Padi ketan varietas derti adalah padi lokal dengan umur 90 sampai 110 HST, produktivitas rata-ratanya 8-11 kg per 14 m2. Variats ketan derti ini sangat rawan terserang hama baik itu wereng ataupun hama lainnya.

Pengendalian hama dengan menggunakan insektida konvensional menghabiskan biaya tinggi, sehingga di perlukan alternatif lain yang efektif dan murah. Pemanfaatan agen hayati jamur bauvaria bassiana ternyata bisa menjawab tantangan tersebut.

Penelitian dilakukan pada lahan sawah irigasi teknis, varietas padi ketan derti, musim tanam gadu bulan april 2013 sampai september 2013. Pembandingnya adalah sawah yang terletak satu hamparan dengan lahan percobaan.

Hasil percobaan menunjukan jamur bauvaria bassiana bisa dipakai untuk perawatan padi varietas ketan derti dengan biaya lebih murah Rp 174.000,-/ha dibandingkan dengan pemakaian insektisida konvensional.

Kata kunci: agen hayati, insektisida konvensional, Jamur bauvaria bassiana, ketan derti.

 

P e n d a h u l u a n

Padi ketan varietas derti adalah padi lokal dengan umur 90 sampai 110 HST, produktivitas rata-ratanya 7-10 kg per 14 m2. Padi jenis ketan menghasilkan beras ketan. Dimana beras ketan merupakan beras yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan berperan penting dalam aspek sosial ekonomi masyarakat sehingga bisa menambah penghasilan masyarakat dan menyerap banyak tenaga kerja. Produk yang di hasilkan dari beras ketan adalah tepung ketan, rangginang, opak, dodol dan kue lainnya.

Belakangan ini selisih harga padi ketan dengan padi makan relatif sama. Biasanya harga padi ketan sampai dua kali lipat harga padi makan. Sementara itu biaya produksi padi ketan lebih mahal dari biaya produksi padi makan, hal ini menyebabkan keuntungan yang diperoleh petani padi ketan sedikit.

Harga gabah ketan lebih dominan ditentukan oleh suply and demand. Sehingga salah satu cara untuk meningkatkan keuntungan petani ketan adalah diperlukannya effisiensi dan penghematan biaya produksi.

Dari hasil perhitungan total biaya produksi padi ketan, 9%-13% dihabiskan untuk pembelian insektisida, 49%-51% dihabiskan untuk tenaga kerja. Pengendalian hama menggunakan insektida konvensional menghabiskan biaya tinggi, sehingga di perlukan alternatif lain yang efektif dan murah. Pemanfaatan agen hayati jamur bauvaria bassiana diharapkan bisa mengendalikan hama dengan murah dan efektif.

Agen hayati jamur bauvaria bassiana yang di aplikasikan terhadap tanaman padi ketan varietas derti relatif baru. Informasi tentang effektifitas kerja jamur bauvaria bassiana terhadap hama yang menyerang padi sangat sedikit sehingga diperlukan konsistensi dan keberanian mengambil resiko untuk mengaplikasikannya.

Untuk menghindari kerugian usaha tani, penulis selalu melakukan penyemprotan baik pada lahan percobaan ataupun pada pembanding walaupun intensitas serangan dan quantitas hama masih di bawah ambang bahaya.

Tujuan akhir dari percobaan ini adalah pembuktian bahwa jamur bauvaria bassiana bisa dimanfaatkan untuk perawatan padi ketan varietas derti dengan murah dan effektif, sehingga jumlah atau quantitas hama per rumpun hasil pengamatan tidak di sertakan.

.

B a h a n   d a n   m e t o d e

Penelitian dilakukan pada lahan sawah irigasi teknis, varietas padi ketan derti, musim tanam gadu bulan april 2013 sampai september 2013. Pembandingnya adalah sawah yang terletak dalam satu hamparan dengan lahan percobaan dan diberi nama lahan pembanding.

Pada lahan percobaan dan pembanding dilakukan pengamatan tiap 10 hari sekali. Apabila ditemukan hama, segera diberi perlakuan yaitu: penyemprotan jamur bauvaria bassiana pada lahan percobaan dan penyemprotan insektisida konvensional pada lahan pembanding.

Persiapan lahan

Untuk lahan percobaan dan lahan pembanding dibajak dan di garu menggunakan traktor seperti biasa, kemudian tanahnya di ratakan agar keseluruhan tanaman mendapat pengairan yang merata.

Penanaman benih dilakukan dengan cara di cabut dan pindah (TAPIN), sitem kotak (digaris pakai caplak) ukuran 35 cm x 35 cm, tiap titik ditanami satu sampai dua rumpun. Penyulaman dilakukan 2 kali, yaitu pada umur 7 HST dan 14 HST. Pemupukan dilakukan 2 kali pada umur 16 HST dan pada umur 60 HST dengan dosis total 600 kg/Ha. Pupuk yang digunakan tipe pupuk majemuk, NPK Phonska dengan kadar N=15%, P=15%, K=15%.

Persiapan jamur bauvaria bassiana

Jamur bauvaria bassiana yang di gunakan berupa pil (tablet), jumlah tablet yang digunakan sesuai dengan yang di butuhkan, kemudian tablet ini di encerkan menggunakan air dengan rasio 250 ml air untuk satu tablet. Penyemprotan dilakukan setelah keseluruhan tablet larut, memerlukan waktu sekitar 4-6 jam.

 Persiapan alat dan aplikasi

Penyemprotan dilakukan dengan tanki sprayer manual kapasitas 14 liter. Sebelum melakukan penyemprotan tanki sprayer dicuci menggunakan sabun, agar tanki bersih dari pestisida.

Penyemprotan jamur bauvaria bassiana dilakukan setelah hasil pengamatan menunjukan ada hama yang menyerang tanaman padi.

Waktu dan metode pengamatan

Pengamatan dilakukan setiap 10 hari, dengan cara melihat bagian-bagian tanaman yang di sukai oleh hama, yaitu bagian bawah (wereng dan lembing batu), di bawah pelepah (telur kupu-kupu), bagian atas (ulat, walang sangit).

Pada lahan percobaan ada 3 titik pengamatan ditandai dengan bambu diberi tali rapia warna merah, untuk lahan pembanding ada 12 titik pengamatan ditandai dengan bambu diberi rapia warna biru.

Pengamatan dilakukan pada sore hari sekitar jam 17.00 wib, dengan tujuan pada waktu tersebut kondisi sudah tidak panas dan hama berada pada tempat yang disukainya.

 

D a t a  

Data awal

Biaya tenaga kerja:  Rp 50.000 per hari

Kemampuan Rata-rata Tenaga kerja dalam penyemprotan: 22 tanki sprayer/hari

Kapasitas tanki sprayer: 14 liter

Harga BPMC Rp 30.000/500 ml

Harga Buprofezin 400 F, Rp 120.000/250 ml

Harga Dimehipo Rp 90.000/1000 ml

Sipermethrin Rp 80.000/500 ml

Harga Herbisida (setara dengan 2,4 D) Rp 30.000/500 ml

Harga Jamur Bauvaria Bassiana Rp 20.000/tablet

 

Lahan Percobaan

Lahan Pembanding

Luas Lahan

2100 m2

8400 m2

Varietas

Ketan Derti

Ketan Derti

Penentuan Waktu Penyemprotan

Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan

Penentuan Jenis Obat

Jamur Bauvaria Bassiana

Berdasarkan Jenis Hama

 

Data hasil pengamatan Pada Lahan Percobaan

UMUR

HST

HASIL PENGAMATAN

TINDAKAN/PERLAKUAN

KETERANGAN

0-10

Tidak ada hama dan penyakit

Penyemprotan  gulma saja

pencegahan

11-20

Tidak ada hama dan penyakit

Dilakukan penyemprotan jamur bauvaria bassiana

pencegahan

21-40

Ada penyakit sundep, di bawah ambang bahaya.

Dilakukan penyemprotan jamur bauvaria bassiana

pencegahan

41-55

Ada penyakit sundep, lembing batu, wereng.

Jumlah penyakit di bawah ambang bahaya

Dilakukan penyemprotan jamur bauvaria bassiana

pencegahan

56-70

Ada wereng coklat dan wereng hijau

Jumlah penyakit di bawah ambang bahaya

Dilakukan penyemprotan jamur bauvaria bassiana

pencegahan

71-80

Ada wereng coklat dan wereng hijau

Jumlah penyakit di bawah ambang bahaya

Dilakukan penyemprotan jamur bauvaria bassiana

pencegahan

81-100

Ada wereng coklat,  wereng hijau dan walang sangit

Jumlah penyakit di bawah ambang bahaya

Dilakukan penyemprotan jamur bauvaria bassiana

pencegahan

 

Data hasil pengamatan Pada Lahan Pembanding

UMUR

HST

HASIL PENGAMATAN

TINDAKAN/PERLAKUAN

KETERANGAN

0-10

Tidak ada hama

Penyemprotan  gulma saja

pencegahan

11-20

Tidak ada hama dan penyakit

21-30

Ada penyakit sundep, Jumlah penyakit di bawah ambang bahaya.

Penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif dimehipo

pencegahan

31-40

Ada penyakit sundep.

Jumlah penyakit di bawah ambang bahaya.

Penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif dimehipo

pencegahan

41-50

Ada wereng coklat dan wereng hijau serta sundep

Jumlah penyakit di bawah ambang bahaya

Dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif BPMC dan Buprofezin serta dimehipo

pencegahan

51-60

Ada wereng coklat dan wereng hijau, lembing batu

Jumlah penyakit di bawah ambang bahaya

Dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif BPMC dan Buprofezin serta sipermetrin

pencegahan

61-70

Ada wereng coklat dan wereng hijau, lembing batu

Jumlah penyakit di bawah ambang bahaya

Dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif BPMC dan Buprofezin serta sipermetrin

pencegahan

71-80

Ada wereng coklat dan wereng hijau

Jumlah penyakit di bawah ambang bahaya

Dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif BPMC dan Buprofezin

pencegahan

81-90

Ada wereng coklat dan wereng hijau

Jumlah penyakit di bawah ambang bahaya

Dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif BPMC dan Buprofezin

pencegahan

91-100

Ada wereng coklat,  wereng hijau dan walang sangit

Jumlah penyakit di bawah ambang bahaya

Dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif BPMC dan Buprofezin serta sipermetrin

pencegahan

 

 P e r h i t u n g a n

Perhitungan biaya Pada Lahan percobaan

UMUR

HST

TINDAKAN/PERLAKUAN

Luas lahan 2100 m2

Hasil konversi ke luas 1 hektar

Biaya untuk 1 hektar

0-10

Penyemprotan  gulma saja

Menghabiskan 4 tanki sprayer, 0 tablet jamur bauvaria bassiana

Tanki sprayer=19 tanki

Jamur bauvaria bassiana=0 buah

TK= Rp 50.000

JAMUR BAUVARIA BASSIANA= 0

11-20

Dilakukan penyemprotan jamur bauvaria bassiana

Menghabiskan 4 tanki sprayer, 4 tablet jamur bauvaria bassiana

Tanki sprayer=19 tanki

Jamur bauvaria bassiana=19 buah

TK= Rp 50.000

JAMUR BAUVARIA BASSIANA= Rp 380.000

21-40

Dilakukan penyemprotan jamur bauvaria bassiana

Menghabiskan 4 tanki sprayer, 4 tablet jamur bauvaria bassiana

Tanki sprayer=19 tanki

Jamur bauvaria bassiana=19 buah

TK= Rp 50.000

JAMUR BAUVARIA BASSIANA= Rp 380.000

41-55

Dilakukan penyemprotan jamur bauvaria bassiana

Menghabiskan 4 tanki sprayer, 4 tablet jamur bauvaria bassiana

Tanki sprayer=19 tanki

Jamur bauvaria bassiana=19 buah

TK= Rp 50.000

JAMUR BAUVARIA BASSIANA= Rp 380.000

56-70

Dilakukan penyemprotan jamur bauvaria bassiana

Menghabiskan 4 tanki sprayer, 4 tablet jamur bauvaria bassiana

Tanki sprayer=19 tanki

Jamur bauvaria bassiana=19 buah

TK= Rp 50.000

JAMUR BAUVARIA BASSIANA= Rp 380.000

71-80

Dilakukan penyemprotan jamur bauvaria bassiana

Menghabiskan 4 tanki sprayer, 4 tablet jamur bauvaria bassiana

Tanki sprayer=19 tanki

Jamur bauvaria bassiana=19 buah

TK= Rp 50.000

JAMUR BAUVARIA BASSIANA = Rp 380.000

80-100

Dilakukan penyemprotan jamur bauvaria bassiana

Menghabiskan 4 tanki sprayer, 4 tablet jamur bauvaria bassiana

Tanki sprayer=19 tanki

Jamur bauvaria bassiana=19 buah

TK= Rp 50.000

JAMUR BAUVARIA BASSIANA= Rp 380.000

Total

Rp 2.630.000

 

Perhitungan biaya Pada Lahan Pembanding

UMUR

HST

TINDAKAN/PERLAKUAN

Luas lahan 8400 m2

Hasil konversi ke luas 1 hektar

Biaya untuk 1 hektar

0-10

Penyemprotan  gulma  menggunakan herbisida ber zat aktif setara dengan 2,4 D

Menghabiskan 16 tanki sprayer,

Herbisida= 1200 ml

Tanki sprayer=19 tanki

Herbisida=1400 ml

TK= Rp 50.000

herbisida= Rp 380.000

 

11-20

21-30

Penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif dimehipo

Menghabiskan 16 tanki sprayer,

Dimehipo = 1200 ml

Tanki sprayer=19 tanki

Dimehipo=1400 ml

TK= Rp 50.000

Dimehipo= Rp 126.000

31-40

Penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif dimehipo

Menghabiskan 16 tanki sprayer,

Dimehipo = 1200 ml

Tanki sprayer=19 tanki

Dimehipo=1400 ml

TK= Rp 50.000

Dimehipo= Rp 126.000

41-50

Dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif BPMC dan Buprofezin serta dimehipo

Menghabiskan 16 tanki sprayer,

Dimehipo = 1200 ml

BPMC=600 ml

Buprofezin = 300 ml

Tanki sprayer=19 tanki

Dimehipo=1400 ml

BPMC=700 ml

Buprofezin=350 ml

TK= Rp 50.000

Dimehipo= Rp 126.000

BPMC=Rp 42.000

Buprofezin=Rp 168.000

51-60

Dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif BPMC dan Buprofezin serta sipermetrin

Menghabiskan 16 tanki sprayer,

BPMC=600 ml

Buprofezin = 300 ml

sipermetrin =600 ml

Tanki sprayer=19 tanki

BPMC=700 ml

Buprofezin = 350 ml

sipermetrin =700 ml

TK= Rp 50.000

BPMC=rp 42.000

Buprofezin=Rp 168.000

sipermetrin = Rp 112.000

61-70

Dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif BPMC dan Buprofezin serta sipermetrin

Menghabiskan 16 tanki sprayer,

BPMC=600 ml

Buprofezin = 300 ml

sipermetrin =600 m

Tanki sprayer=19 tanki

BPMC=700 ml

Buprofezin = 350 ml

sipermetrin =700 ml

TK= Rp 50.000

BPMC=rp 42.000

Buprofezin=Rp 168.000

sipermetrin = Rp 112.000

71-80

Dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif BPMC dan Buprofezin

Menghabiskan 16 tanki sprayer,

BPMC=600 ml

Buprofezin = 300 ml

Tanki sprayer=19 tanki

BPMC=700 ml

Buprofezin = 350 ml

TK= Rp 50.000

BPMC=rp 42.000

Buprofezin=Rp 168.000

81-90

Dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif BPMC dan Buprofezin

Menghabiskan 16 tanki sprayer,

BPMC=600 ml

Buprofezin = 300 ml

Tanki sprayer=19 tanki

BPMC=700 ml

Buprofezin = 350 ml

TK= Rp 50.000

BPMC=Rp 42.000

Buprofezin=Rp 168.000

91-100

Dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida ber zat aktif BPMC dan Buprofezin serta sipermetrin

Menghabiskan 16 tanki sprayer,

BPMC=600 ml

Buprofezin = 300 ml

sipermetrin =600 ml

Tanki sprayer=19 tanki

BPMC=700 ml

Buprofezin = 350 ml

sipermetrin 700 ml

TK= Rp 50.000

BPMC=rp 42.000

Buprofezin=Rp 168.000

sipermetrin = Rp 112.000

Total

Rp 2.804.000

 

Kesimpulan

Intensitas penyemprotan pada lahan percobaan sebanyak 7 kali tiap penyemprotan menghabiskan 4 tanki sprayer, total 28 tanki sprayer, 28 tablet jamur bauvaria bassiana atau kalau di konversi ke satu hektar menjadi 7 kali penyemprotan tiap penyemprotan 19 tanki, total 133 tanki sprayer, 133 tablet jamur bauvaria bassiana dan 7 HOK. Total biaya Rp 2.630.000,-

Intensitas penyemprotan pada lahan pembanding sebanyak 9 kali tiap penyemprotan menghabiskan 16 tanki sprayer, total 144 tanki sprayer, Herbisida 1200 ml, dimehipo 3600 ml, BPMC 3600 ml, Buprofezin 1800 ml, sipermetrin 1800 ml atau kalau di konversi ke satu hektar menjadi total 171 tanki sprayer, Herbisida 1400 ml, dimehipo 4200 ml, BPMC 4200 ml, Buprofezin 2100 ml, sipermetrin 2100 ml, dan 9 HOK. Total biaya Rp 2.804.000,-

Hasil perhitungan pada lahan percobaan menghabiskan biaya lebih sedikit dibandingakan dengan lahan pembanding, selisihnya sebesar Rp 174.000/ha atau lebih hemat 6,2 % dari biaya konvensional.

 

Daftar pustaka

  1. Baehaki, Prof. Dr. Ir. SE “Jurnal Perkembangan Wereng Coklat Biotipe 4”
  2. Siregar, Ameilia Zuliyanti, S.Si, M.Sc, “Hama-hama Tanaman Padi”. Staf pengajar Departemen HPT FP USU Repository, 2007
  3. Sianipar,  Martua Suhunan, “Potensi Formulasi Jamur Beauveria bassiana Balls. (Vuill.)  Terhadap Intensitas Serangan Conopomorpha cramerella Snell. (Lepidoptera; Gracillaridae) diperkebunan Kakao (Theobroma cacao Linn.)”  Jurusan Hama Dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, 2008
  4. Supriadi, “Analisis Risiko Agen Hayati Untuk Pengendalian Patogen Pada Tanaman”, Jurnal Litbang Pertanian, Balai Penelitian Tanaman Obat Dan Aromatik, 2006
  5. Perhitungan persentase biaya produksi menggunakan software Sipadi v3.0 produksi Puslitbang Tanaman Pangan