Lamunan: “Masa Kecil Yang Manis”

Pagi  ini jempoltangan tidak ngopi di warungnya Madlani. Dia jalan dengan guntai menuju kandang kambing peliharaannya. Sesampainya di sana  dia langsung duduk memperhatikan kambing jantan yang sudah siap di jual. Dihitung-hitung olehnya semuanya ada 20 ekor gemuk-gemuk.

Terbayang olehnya andai saja kambing jantannya ada 100 ekor, di jual dengan harga satu juta, sudah seratus juta masuk kantongnya. Lamunannya itu semakin jauh, sampai-sampai teringat masa kecil dia ketika masih di sekolah dasar…….

Dia suka ngisengin kambing dengan cara mengikatkan daun pisang yang kering ke leher kambing, yang mengakibatkan kambingya lari terbirit-birit. Yang ujung-ujungnya dia di marahi oleh penggembala kambing, karena kambingnya pada lari jauh. Senyum simpul di mulutnya sangat kentara, coba kalau sekarang kambingnya ada yang ngisengin kaya dia dulu mungkin dia udah mencak-mencak.

Hahahahaha………. Dasar anak kecil!!! Gumannya.

Dia tertawa sendirian.

Kemudian dia teringat lagi teman-teman sewaktu kecilnya, yang baru ketemu lagi ketika udah sama-sama dewasa. Padahal satu kampung.

Memang ketika pertama masuk sekolah sd, JempolTangan satu sekolah dengan si Kelingking. Dia seorang anak yang relative cerdas dari kampung sebelah. Dia inget terus sama kelakuannya yang ganjen beda dengan teman sebayanya. Penampilannya selalu oke, ciri khasnya yang paling dia ingat adalah rambutnya yang panjang suka diikat kepang dua dengan pita warna merah.

Woooooooooow manis sekali gumannya, sambil senyum senyum……..

Pertama kali masuk sekolah dia beserta teman laki-lakinya gak berani duduk di depan, sementara si Kelingking duduk di depan dengan percaya dirinya, menjadi pusat perhatian anak-anak satu kelas.

Selamat pagi anak-anak………… kata bu guru Eti yang berbadan gemuk.

Pagi bu……!! Jawab anak-anak serempak

Bu guru eti orangnya sangat baik. Ya iyalah kalau guru kelas satu sd killer pasti pada nangis muridnya…………………..

Hari ini kita belajar bikin pagar-pagaran ya…..!!!

Ya buu……..!! jawab anak-anak

Serempak anak-anak mengeluarkan buku tulis dan pensil dari tasnya masing-masing.

Hihihihihihihi……… padahal pada waktu itu gak semua murid pada bawa tas. Lha wong ke sekolah aja kebanyakan pake sandal jepit. Malah ada yang telanjang kaki (nyeker).

JempolTangan keluar keringat dingin ketika belajar bikin pagar-pagaran. Maklum dia baru pegang pensil. Abis waktu itu tidak ada sekolah tk kaya jaman sekarang.

Sementara si Kelingking dengan percaya dirinya bikin pagar-pagaran.

Uhhhhhhhhhhhh, udah cantik pinter lagi. Guman JempolTangan ngiri……

Tak terasa lamunan masa kelas satu sd telah berlalu, langsung lamunannya nyambung lagi ngikut naik kelas dua sd.

Hahahhahaha…………….., kayak film aja nyambung terus……………

Ketika pertama kelas 2 sd, suasana sudah akrab, gak peduli cewek dari kampung tetangga atau cewek satu kampung udah pada akrab apalagi cowoknya.

Walaupun dah akrab, duduknya selalu berkelompok antara cewek dan cowok, gak pernah di satuin.

Pagi itu, pertama kali masuk ke kelas dua, sudah ada aturan berbaris sebelum masuk kelas.

Dipimpin oleh seorang KM (ketua Murid) murid-murid kelas dua di bariskan. Yang barisannya paling bagus, masuk kelas duluan.

Siap grak……….!!

Lencang kanan grak……….!

Tegak grak……………!! Dengan lantangnya KM Li Un menyiapkan barisan teman-temannya.

Li Un ini bukan orang dari China atau Vietnam, namanya aja yang berbau china, padahal dia orang Jawa asli.

Dia ditunjuk KM oleh ibu guru eti ketika kelas satu bukan karena otaknya yang cerdas, tapi karena badanya yang bongsor, lebih gede dari temen-temennya.

Jabatan KM nya tersebut di teruskan sampai ke kelas dua, tanpa ada proses demokrasi.

Coba jaman sekarang kalau kaya gitu udah di demo tuch………..!!!

Barisan pertama sangat rapih, masuk duluan. Setelah di dalam kelas mereka memilih tempat duduk dengan leluasa.

Barisan berikutnya, yaitu barisan JempolTangan masuk mereka berlarian mencari tempat duduk yang tersisa. Masing-masing mendapatkan tempat duduk, sementara Kelingking duduk di depan sendirian. JempolTangan gak kebagian tempat duduk.

Ketika sedang kelimpungan mencari tempat duduk, datang seorang guru laki-laki yang gemuk.

Pagi anak-anak…………!

Pagi pak jawab murid-murid.

Kenapa kamu masih berdiri? Tanya pak Somad kepada JempolTangan

Saya gak kebagian tempat duduk pak jawab JempolTangan

Itu ada yang kosong………….!! Ayo cepet duduk….!! Kata pak Somad memerintah JempolTangan untuk duduk di samping si Kelingking.

Dengan agak malu, JempolTangan duduk satu bangku dengan seorang cewek yang sangat percaya diri dan pinter.

Maklum pada waktu jaman itu gak biasa anak cewek duduk dengan anak cowok.

Rupanya Pak somad mengerti apa yang ada dalam pikiran JempolTangan.

Udaaaaaaaaah , gak apa-apa..!! kata pak somad

Akhirnya JempolTangan duduk dengan tenang. Padahal dalam hatinya sangat girang. Dia bisa duduk sebangku dengan anak cewek kampung sebelah yang selalu menjadi pusat perhatian teman-teman sekelasnya…………..

Hari pertama mereka masih belum berani ngobrol secara langsung, mereka hanya saling melirik aja.

Hari berikutnya mereka udah mulai ngobrol, pinjam penggaris dan lain sebagainya.

Ketika waktu istirahat, teman temannya pada ngeledek JempolTangan dan Kelingking, bahwa mereka adalah pasangan yang serasi.

JempolTangan malu-malu mau……………, hihihihihih

Kalau di film mungkin ini yang di sebut cinta monyet.

Sementara Kelingking memerah mukanya apabila ada yang menbicarakan dirinya cocok atau berjodoh dengan JempolTangan.

Namun tiba-tiba……..

Gubrakkkkkk…………………….., pintu domba milik JempolTangan terbuka karena diseruduk oleh domba jantan,

JempolTangan yang tadinya senyum-senyum mengenang masa lalunya, menjadi tersadarkan kalau dia sedang melamun kelamaan…………….

Rupanya waktunya makan bagi domba-domba membuat mereka menjadi gaduh dan menabrak pintu kandang.

Udah dulu yah cerita masa lalunya……..

Besok-besok cerita lagi dech, suerrrrrrrrrrrrr….!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s