EFEK REDENOMINASI PADA SENDI KEHIDUPAN

Pagi itu jempol tangan udah mangkal di warungnya madlani, secangkir kopi pahit dan  tidak ketinggalan sebatang rokok kretek bertengger di bibirnya yang tebal mengepulkan asap putih memenuhi warungnya madlani. Secarik Koran kompas yang beranggal 9 Agustus 2010 menemaninya. Rupanya dia sedang membaca Koran yang telah terbit sebulan yang lalu. Maklum jempol tangan yang pengangguran nggak mampu berlangganan Koran yang berskala nasional.

Ketika sedang asyik membaca Koran, datang mang haji.

Waduh asyik bener nih!! Kata mang haji

Eh…., mang haji. Iya nih. Saya lagi baca Koran yang mengulas tentang redenominasi mata uang kita!! Jawab jempol tangan

Oh begitu jawab mang haji

Emang redenominasi itu apa? Celetuk warnijem

Iya apa sih? Tanya madlani gak mau ketinggalan

Begini lho kata Purbaya Yudhi Sadewa dalam Koran kompas ini di jelaskan, “secara sederhana, redenominasi dapat di artikan sebagai penyebutan baru mata uang kita tanpa menghilangkan nilainya. Misalnya Rp 1.000 akan di sebut Rp 1. angka yang tertera di uang kita yang tadinya Rp 100.000 misalnya , akan menjadi Rp 100. Harga barang yang tadinya Rp 100.000 akan menjadi Rp 100. jadi tidak ada pengurangan nilai dari lembaran uang Rp 100.000 tersebut” begitu jawab jempol tangan.

Terus pak purbaya itu emang ahli ya? Tanya warnijem

Yang pasti dia itu lebih pintar dari kita. Jawab jempol tangan

Kalau saya lebih pintar dari dia, Koran KOMPAS  pasti akan mewawancarai saya!!!! Jawab jempol tangan

Huuuuuuuuuu ……………. Teriak Orang-orang yang berada di warung kopinya madlani secara serentak. Rupanya pengunjung warung tersebut sudah mulai ramai.

Berarti kalau redenominasi jadi dilaksanakan, harga kopi yang saya minum ini menjadi dua rupiah ya…!! Ucap jempol tangan

Kan uang dua rupiah gak ada !!! jawab warnijem yang gak mau dagangannya rugi.

Bayarnya tetep pake dua lembar uang ribuan ucap mang haji.

Cuman nilainya menjadi dua rupiah. tambah mang haji.

Ohhhhhhh begitcu ya, ucap warnijem sambil ngeluyur ke dapur

Terus gimana kalau nanti saya jual gabah, masa 2 ton di baca 2 kg?? ucap salah seorang pendengar yang baru datang

Walahhhhhhhh……….., kok 2 ton jadi 2 kg timpal temannya lagi

Ya rugi duooooong!!!!

Terus kasihan para pencuri sudah tidak bisa lagi menggunakan jurus langkah seribu!!! Kata yang lainnya

Sontak aja semuanya tertawa…

Hahahahahahahahahahaha…………………..

Gak mau kalah madlani juga ikut-ikutan

Yang lebih kasihan lagi binatang kaki seribu, setelah redenominasi menjadi kaki  satu…………..

Gerrrrrr……..semuanya tertawa lagi.

Ada lagi nih kata warnijem, objek wisata lawang sewu menjadi objek wisata lawang satu…….!!

Grojogan sewu jadi grojogan satu hihihihihihihi……………tambah mang cartam gak mau ketinggalan.

Kalau begitu alamat saudara saya yang ada di Pring Sewu lampung berubah menjadi Pring Satu lampung.

hahahahahaha…………tawa pendengar yang lain.

Karena pembicaraan mulai menyimpang, jempol tangan mulai menjelaskan, bahwa redenominasi itu hanya di kenakan pada uang saja.

Kalau binatang kaki seribu ya tetap kaki seribu, timbangan dua ton tetap 2 ton, apalagi nama tempat, jelas enggak berubah.

Kalau pencuri yang menggunakan langkah seribu gimana? Berubah gak?? Timpal yang lain.

Yeeeeeeehhhh, udah dibilangin yang terkena redenominasi itu hanya uang saja. Yang lainnya enggak. Tambah mang haji

Mang haji takut terjadi salah pengertian pada masyarakat, akibat istilah yang baru di lontarkan tadi.

Oooooooh jadi hanya uang saja tohhh. Serentak mereka mengangguk tanda mengerti.

Dan merekapun bubar menuju tempat bekerja masing-masing……………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s