RAJAKU

Wahai rajaku

Tugas darimu memberati pundaku

Erangan tangis kelelahan

Mengucurkan tiap tetes air mata rasa sayang

Cucuran keringat kecapaian

Menggelontor bak tsunami menerjang

Wahai rajaku

Diamlah, tak usah kau sendu sedan

Biar aku membereskan pekerjaanku

Waktu pun kan trus berlalu

Sebelum ajal menjelang

Kan temukan jendela ketenangan yang kau rindukan

Wahai rajaku

Aku penerus lidahmu

Penyambung tanganmu

Kurasakan keringnya ladang asa

Kurasakan kehampaan jewawut rasa

Lusa kan ku temukan pintu rasa yang kau inginkan

Wahai rajaku

Tak kan lari aku dari perintahmu

Andai tak ada jendela ketenangan dan pintu rasa

Kan ku buat lorong Menembus dinding fatwa

Melubangi tembok adat

Demi tuanku paduka raja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s