Jauh di Pulau

Sayang, jangan biarkan aku sekarat karena cintamu

Karena mataku selalu melihatmu

walau cintamu jauh di pulau

Sayang, jangan biarkan aku merindu karena ucapmu

Karena telingaku terus mendengarmu

Walau ucapmu jauh di pulau

Sayang, jangan biarkan aku tersiksa karena aromamu

Karena hidungku selalu mencium parfummu

Walau dirimu jauh di pulau

Sayang, jangan biarkan aku menangis karena harapku

Karena asaku semakin melambung

Walau asamu jauh di pulau

10 Desember 2010

2 responses

    • Terima kasih saya ucapkan, kepada saudara/saudari yang telah berkunjung dan memberi komentar pada blog saya.
      Namun demikian perlu saya beritahukan bahwa cerpen dan puisi pada blog ini fiktif serta murni merupakan karya seni. Jadi apabila ada kesamaan nama dan alur cerita, hal tersebut merupakan kebetulan belaka.
      Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas semua apresiasi yg telah saudara/saudari berikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s