Hama Padi: Keong Mas

Oke, kali ini saya akan coba untuk menulis mengenai salah satu hama padi yang sering di temui oleh petani, yaitu tentang keong mas. Sumber penulisan:

  1. www.nusaku.com
  2. www.scandinavianspice.com
  3. www.applesnail.net

Sejarah Dan Siklus Hidup Keong Mas

Keong mas disebut juga siput murbai atau bahasa latinnya  Pomacea canaliculata Lamarck, adalah salah satu keong yang cangkangnya berwarna kuning dengan perkembangan yang relatif cepat. Dulunya keong ini berasal dari  Amerika Selatan (Argentina, Suriname, Brasilia dan Guatemala) dan salah satu negara yang mengimpor keong ini adalah Filipina yaitu antara tahun 1982 sampai tahun 1984 melalui taiwan. Tujuan mendatangkan keong ini adalah untuk memanfaatkan nilai gizi yang tinggi sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Sedangkan Indonesia mengintroduksi keong ini sekitar tahun 1981 sebagai hewan peliharaan akuarium di daerah Jogjakarta. Pada tahun 1985-1987, hewan ini berkembang dengan cepat dan populer sehingga menjadi hama yang merusak tanaman padi.

Binatang ini suka hidup di daerah yang berair dan berlumpur seperti di sawah, saluran irigasi, rawa-rawa, pematang. Pada musim kemarau mereka masuk ke dalam tanah dan bisa bertahan hidup sampai 6 bulan, dan kemudian mereka aktif kembali setelah tanah diairi lagi. Beberapa sumber mengatakan bahwa keong ini dapat bertahan hidup di air yang mengandung limbah dengan kadar oksigen yang sedikit

Berikut ini adalah photo-photonya:

Gambar Telur Keong Mas pada batas lahan

 

Gambar  Keong Mas pada lahan sawah

Menurut salah satu sumber mengatakan kalau keong mas ini berkelamin tunggal dan dapat melakukan perkawinan sepanjang musim, dengan produktifitas telurnya sebanyak 1000-1200 butir telur tiap bulan.

Gambar Keong Mas sedang bertelur

Gambar Siklus Hidup Keong Mas

Keong mas bertelur pada malam hari. Telurnya di letakan pada tanaman padi, pada galengan sawah, ranting atau lainnya. Kemudian setelah sekitar 7-14 hari telur tersebut menetas. Keong mas muda ini angsung turun ke air/sawah dan mulai mencari makan sendiri. Dari mulai menetas ini sampai berumur 59 hari, keong mas ini sangat rakus menyantap tanaman padi, rumput atau tumbuhan yang hidup di sekitarnya. Pada umur 60 hari, keong mas sudah siap untuk kawin lagi. Dan terus berlanjut sampai umur 3 tahun.

Gambar Keong Mas Betina Dan Jantan

Tutup rumah siput (operculum) siput murbai betina) (a1) berwarna putih cekung dan yang jantan cembung (a2).

Tepi mulut rumah siput betina dewasa melengkung kedalam (b1), sedangkan tepi rumah siput yang jantan melengkung keluar (b2).Berdasarkan penelitian yang dikerjakan oleh MS Dela Cruz, RC Joshi, dan AR Martin.

Setelah dewasa keong mas mempunyai cangkang sebesar 4 cm dan berat 10 gram sampai 20 gram. Pertumbuhannya dipengaruhi oleh jumlah makanan yang dikonsumsi nya. Apabila makanannya kaya akan kalsium, maka cangkangnya akan besar dan keras serta tebal.

Pengendalian Keong Mas

Karena keong mas dapat menyerang tanaman padi baik yang masih di persemaian ataupun yang baru dipindah langsung ke sawah, menurut Ismon (2006) dengan populasi 10-15 per m2 keong mas mampu menghabiskan padi muda selama 3 hari. Maka hama keong mas ini dapat mengurangi potensi hasil panen petani. Sehingga hama keong mas perlu di singkirkan.

Musuh alami dari keong ini adalah semut merah, tikus, bebek. Semut menyukai telor keong mas. Tikus sangat menyukai daging keong mas. Dan bebek sangat menyukai keong ini karena banyak mengandung protein.

Berikut adalah cara yang harus dilakukan agar tanaman kita terbebas dari serangan hama keong yaitu:

Menghancurkan telornya dengan memasang/menancapkan bambu di lahan persawahan sehingga keong bertelor di bambu tersebut, kemudian dihancurkan. Induknya diambil secara manual, yaitu dengan cara memasang perangkap dengan daun pepaya atau daun lain yang disukainya (misal: eceng gondok, ganggang, rumput bebek, daun pisang). Setelah Keong mas berkumpul pada sekitar daun pepaya baru di masukan ke dalam karung, dagingnya bisa dimanfaatkan sebagai makanan ternak atau sumber protein bagi manusia.

Dengan cara diambil secara langsung tanpa di beri umpan, menyisir lahan persawahan secara keseluruhan hingga keong mas terambil semua, cara ini relatif lebih lama karena keong mas menyebar pada lahan persawahan.

Membunuh keong mas dengan cara di racun. Caranya bisa dengan tanaman yang bersifat racun seperti: kulit batang gugo [Entada phaseikaudes K Meer], daun tubangkamisa, daun sembung [Blumea balsamifera], daun tuba, daun eceng [Monochoria vaginalis], daun tembakau [Nicotiana tabacum L], daun calamansi atau jeruk [Citrus microcarpa Bunge], akar tubli, daun (batrawali) makabuhay [Tinospora rumphii Boerl], daun starflower (Calotropis gigantis), daun nimba [Azadirachta indica], asyang [Mikania cordata] dan cabe merah.

Gambar tanaman yang beracun bagi keong mas

atau dengan cara di semprot pakai obat anti keong/moluskisida yang sudah banyak di jual di pasaran.

Pengendalian terpadu berdasarkan stadia tanaman padi

Sebelum pertanaman Masa pertanaman Setelah produksi
Pengolahan tanah Vegetatif Reproduktif Matang Setelah panen
A B dan C D E

 

A = Mengembalakan itik, siput diambil, membuat saluran kecil (caren), menggunakan 

tumbuhan sebagai atraktan dan menghancurkan kelompok telur.

B = Siput diambil, mengembalakan itik, memasang saringan, memasang ajir dan 

menghancurkan kelompok telur.

C = Pengaturan air, siput diambil, mengunakan tumbuhan sebagai atraktan dan 

menghancurkan kelompok telur.

D = Terus menerus siput diambil dan hancurkan siput dewasa dan kelompok telurnya.
E = Mengembalakan itik dan mengolah tanah kering.

.

Daftar Pupuk dan Moluskisida yang terdaftar pada Atoritas Pestisida sampai 31 Maret 2000

Formulation
type
Active
Ingredient
Product
Name
Concen-
tration
Label Recom-
bination
Toxicity
Category *
Company
P Metaldehida Metabait
6% Pellets
60 g/kg 2-4 kg/ha
4-8 kg/ha
4 Agchem Mftg.
Corp.
F Metaldehida Meta Flo 300 g/L 16-20 tbps
/16L water
2
WP Metaldehida Porsnail
74 WP
750 g/kg 10 sdm/16L
water
G Metaldehida Rescue
10 G
100 g/kg
P Metaldehida SnailKil
6% P
60 g/kg 2-4 kg/ha(T)
4-8 kg/ha(DS)
4
F Chlorothalonil Shield 500 g/L 4 Aldiz Inc.
EC Niklosamida Bayluscide
250 EC
250 g/L 7-14 sdm/16L
water
4 Bayer Phils., Inc.
WP Niklosamida Bayluscide
70 WP
700 g/kg 4
EC Niklosamida Hit 250 EC 250 g/L 7-14 sdm/16L
water
4 Cropking
Chem., Inc.
WP Niklosamida Trap 70 WP 700 g/kg 35 g/16L water 4 Dow Agro
Sciences B.V.,
Phils.
PEL Metaldehida Bayonet
6% Pellets
60g/kg 2-4 kg/ha(T)
4-8 kg/ha(DS)
4 Jardine Davies;
Inc.
PEL Metaldehida Stop 6%
Pellets
60 g/kg 2-4 kg/ha(T)
4-8 kg/ha(DS)
4 Leads Agri
Product Corp.
WP Niklosamida Archer
50WP
500 g/kg 4 Nichimen Corp.
PEL Metaldehida Ciba Meta
Bait
60 g/kg 2-4 kg/ha(T)
4-8 kg/ha(DS)
4 Novartis Agro
Phils., Inc.
F Metaldehida Meta Flo
600 FL
300 g/L 16-20 sdm/16L
water
2
P Tannins,
Glycosides,
Sterols, and
Flavanoids
Kuhol P 245 g/kg 20 kg/ha 4 Pro Green
Phils., Inc.
EC Niklosamida Moluxide
250 EC
250g/L 7-14 sdm/16L
water
4 Transworld
Trdg.

EC – Emulsiflable Concentrate-Emulsi yang dapat bercampur dengan air, F – Flowable- tepung basah yang mudah dicampur air, G – Granule-butiran, P – Powder- tepung, PEL – Pellet, WP – Wettable Powder- tepung yang mudah bercampur dengan air, T – Tanam pindah , DS – Tanam benih langsung, sdm – sendok makan
*Berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), bahaya digolongkan : 2 – agak berbahaya: 4 – tidak menimbulkan bahaya akut dalam keadaan normal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s