Keputusan terobjektif Jempol Tangan

Sore hari sekitar jam 17.02 jempol tangan mendapatkan sms dari seseorang yang sangat jauh di pulau, sms tersebut bertuliskan seperti di bawah ini:

“Sejujurnya aq g takut pd kegelapan, kesepian, kematian n kegagalan,,,,,,,,tp yg paling aq takuti adalah mjd bagian yg terlupakan”

 

Sebuah sms yang sangat manis bagi hatinya yang sedang klepek-klepek, dan sangat menarik bagi otaknya untuk dipikirkan.

Apakah benar menjadi bagian yg terlupakan itu adalah sangat menakutkan? Atau malah sebaliknya, terlupakan itu sangat menyenangkan???

Pertanyaan di atas sangat menggelitik bagi tokoh kita jempol tangan, karena selama ini dia tidak pernah berpikir apakah dia akan di ingat atau di lupakan oleh seseorang. Karena keyakinannya adalah bahwa seseorang yang spesial itu pasti akan selalu dikenang sepanjang hayat. Baik itu dikenang karena kebaikannya atau karena kejahatannya. Kedua-duanya hanya masalah sudut pandang belaka atau lebih ekstrim lagi hanya masalah jumlah pendukung belaka selebihnya “no way”.

 

PR mikirin perempuan aja belum beres sekarang sudah nambah lagi bahan pemikiran jempol tangan yaitu mikirin masalah di ingat atau dilupakan. Emang sih pada dasarnya jempol tangan seorang pengangguran yang gak ada pekerjaan sehingga kegiatannya hanya mikirin hal-hal yang tidak perlu (menurut orang lain tidak perlu padahal menurut tokoh kita perlu). Tambah lelet aja otaknya hampir-hampir Nge-hang…….

 

Sudah menjadi kebiasaannya, untuk menyegarkan suasana hati dan otaknya dia selalu pergi ke hutan menggunakan motor kesayangannya. Kelakuannya kaya anak kecil aja bermain lumpur dan hujan-hujanan. Saking asiknya bermain di hutan, kadang-kadang sampai di rumah jam 02.00 pagi. Kalau orang lain melihat kelakuan tokoh kita itu bilangnya enak, kelihatannya tanpa beban. Siang malam kerjaannya hanya main doang……… padahal jempol tangan sendiri pusingnya tujuh keliling. (hhihihihihihihi………………… gimana kalau 100 keliling ya???)

 

Mungkin gara-gara sering baca buku kepemimpinan versi jawa (gayanya……………….., padahal yang di baca cuman buku biasa saja hehehehehehehehe…………) makanya rasa was-was, pusing, atau beban lainnya gak dia ungkapkan, cukup dipikirkan dan di resapi sendiri orang lain gak boleh tahu, cukup stake holder aja yang tahu (hahahahahahahaha………………., kaya orang pemda aja ngomongnya ya).

 

Biasanya setelah melakukan penyegaran pada otaknya, jempol tangan relatif bisa berfikir dengan agak cepat. Rupanya kali ini tidak efek, saking peliknya masalah yg di hadapi.

Yang sudah-sudah, pada saat melakukan kegiatan di hutan atau bermain lumpur dia gak pernah memikirkan masalah yang di hadapi. Tapi kali ini, dia sempet-sempetnya mikirin masalah ini dikala waktu senggang nunggu motor temannya yang mogok.

 

Rupanya waktu refreshingnya nggak cukup sehingga jempol tangan masih pusing mikirin sms di atas.

 

Akhirnya jempol tangan melakukan refreshing lagi selama lebih dari 24 jam di hutan jati. Siangnya sih dia belum menemukan sesuatu tentang sms di atas. Namun ketika malam hari, ketika jempol tangan tiduran di atas rumput sambil melihat bintang di langit, tiba-tiba dia menemukan sesuatu yang di carinya dalam beberapa hari ini, yaitu metoda yang akan dipakai supaya dikenang/di ingat oleh orang adalah cara yang pertama, di ingat karena kebaikannya. (ini dengan asumsi dilupakan itu menakutkan, pake asumsi segala yah, kaya tugas sekolah aja)

 

Nggak nunggu lama masih detik itu juga, dia sms temannya yang jauh di pulau. Masih nggak pakai lama juga akhirnya mereka ngobrol di telepon (nah kalau waktu ngobrolnya pakai lama yaaaahhhhhh, maklum k**g*n). Dalam obrolannya, jempol tangan mengutarakan cara supaya diingat sepanjang hayat yang akan dia pakai. Keputusannya ini merupakan keputusan yang paling objektif dibandingkan keputusan-keputusan lainnya yang pernah dia ambil. Mengapa demikian?? Karena dia rela mengesampingkan perasaan yang selama ini dia pendam. Biasanya dalam pengambilan setiap keputusan selalu berdasarkan atas kepentingan dan perasaannya.

 

Setelah dia utarakan semua pada teman yang jauh di pulau, tokoh kita jempol tangan bisa tidur dengan nyenyak walau perasaannya sangat pilu (tapi nggak pake ngeluarin air mata kan malu ada teman-teman touringnya).

Nah kalau tidur nyenyaknya dipengaruhi oleh perasaan capek, setelah seharian narik-narik motor supaya keluar dari kubangan lumpur bekas kerbau.

 

Esok paginya jempol tangan merasa fresh lagi, kini salah satu beban pikirannya telah berkurang. Tinggal mengurangi beban perasaan yang selama ini dia pikul.

Terima kasih Tuhan, kamu telah memberikan aku teman yang mengerti dengan keadaan, walau dirinya jauh di pulau………… demikian gumannya dalam hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s