Kontempelasi: “Ternyata Batas Gila Dan Waras Setipis Kulit Ari”

Siang ini jempol tangan senyum-senyum sendiri, memikirkan kelakuannya semalam yang seperti orang gila.

Kok bisa ya……………???

Saya jelas-jelas lelaki normal yang tidak gila, kok bisa gila!! Senyum manis tersungging di mulutnya. (padahal orang gila yang di RSJ Cisarua juga ngakunya normal)

Teringat kejadian semalam ketika dia mengalami sebuah perasaan yang disebut dengan extase cinta. Pada saat kejadian tersebut sudah tidak ada batas antara sadar dan tidak, tidak ada batas antara dia dan aku. Walaupun secara fisik terpisah dalam ruang dan waktu.

Ucapannya adalah ucapanku, pelukannya adalah pelukannku

Tiada jarak barang sejengkalpun.

Tidak ada dia yang ada hanya aku, seluruhnya menggambarkan aku………

Puncak extase cintanya di akhiri dengan kecupan di kening dan bibirnya.

Kini rasa puas, rasa nyaman dan segala rasa keindahan serta kenikmatan menghampirinya.

Cooling down…………………..

Secaraa perlahan kesadaran jempol tangan mulai normal, terlihat hp nokia dan bantal guling yang tadi di cium dan di peluknya telah terjatuh………..!!

Ahhhhhh………., ternyata aku telah gila….. ucapnya dalam hati.

Sekarang dia menyadari, “Ternyata batas gila dan waras hanya sekulit ari, karena dalam sekejap bisa berubah…..…….”

 

21 Agustus 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s