OLI BEKAS BASMI HAMA WERENG

Setiap petani padi (oryza sativa) pasti mengetahui apa itu hama wereng. Hama wereng ini menyerang padi dari sejak pembenihan sampai padi mau panen. Akibatnya apabila terserang hama ini padi menjadi kerdil  atau kering terbakar (hoper burn) yang ujung-ujungnya gagal panen.

untuk mengatasi hama wereng ini ada cara yang sering di gunakan oleh petani diantaranya dengan di semprot pakai pestisida. Namun cara ini kurang efektif, karena wereng jaman sekarang sudah kebal dengan obat-obatan.

Sekarang bagaimana cara yang efektif dalam menghadapi wereng????

 

Berikut ini adalah alat dan bahannya:

  1. Siapkan alat untuk menyuai padi.
  2. Siapkan minimal 10-20 liter oli bekas.
  3. Siapkan teko tempat air.
  4. Siapkan piring yang terbuat dari seng.
  5. Siapkan tenaga kerja, minimal 10 orang per hektar.

 

Funsi dari alat dan bahan yang di sebutkan tadi adalah sebagai berikut:

  1. Alat menyuai padi fungsinya untuk membuat jalur-jalur agar tenaga kerja gampang berjalan ketika mengocorkan oli.
  2. Oli bekas fungsinya sebagai racun pembunuh wereng.
  3. Teko fungsinya sebagai alat untuk mengocorkan oli bekas pada jalur-jalur yang telah di buat.
  4. Piring fungsinya untuk mengaduk dan membajurkan/mencipratkan oli ke tangkai padi.
  5. Tenaga kerja untuk menyuai dan membanjurkan/mencipratkan oli.

 

Langkah Kerja:

Air pada lahan harus dalam keadan macak-macak.

Gunakan alat penyuai, dengan cara di dorong. Lakukan dengan hati-hati agar tangkai padi tidak patah. Usahakan juga jarak antar suaian tidak terlalu jauh, sehingga dapat terjangkau oleh cipratan campuran oli dan air.

Bersamaan dengan menyuai, di belakangnya diikuti oleh orang yang mengucurkan oli bekas, mengikuti jalur yang telah tersedia. Usahakan agar oli yang di kocorkan tidak lebih dari 20 liter per hektar.

Berikutnya adalah melakukan cipratan ke tangkai padi dengan menggunakan piring seng. Usahakan cipratan oli bekas merata mengenai tangkai padi, sehingga wereng yang terkena akan mati. Begitu juga dengan telornya agar terkena cipratan oli supaya tidak menetas.

Kecepatan pekerjaan ini  tergantung pada kondisi serangan wereng dan keadaan lapangan. Biasanya untuk luas sekitar satu hektar selesai dalam waktu sehari dengan jumlah tenaga kerja 10-15 orang.

 

Observasi:

Pantau hasil kerja selama 3 hari. Apabila dilakukan dengan baik dan tapis, tanaman padi akan bebas dari hama wereng kurang lebih selama 15 hari. Namun apabila tidak tapis biasanya hama wereng akan muncul lagi.

Hal ini di sebabkan oleh beberapa hal diantaranya:

  1. Wereng dari lahan sebelah/lahan tetangga yang tidak mendapat perlakuan atau melakukan perlakuan tapi dengan selisih waktu yang berbeda jauh.
  2. Pada saat melakukan cipratan tidak mengenai seluruh tangkai padi. Sehingga masih ada telor dan bibit wereng yang tidak mati.

 

Catatan:

  1. Cara ini tidak direkomendasikan oleh PPL.
  2. Oli merupakan limbah B3, sangat berbahaya bagi struktur tanah dan keseimbangan ekosistem.
  3. Seperti tutorial lainnya yang ada di internet, penulis tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian atau kerusakan yang mungkin di timbulkan.

8 responses

  1. karena informasi ini tidak dianjurkan dan merupakan environment disaster… memang sebaiknya tidak ditampilkan, dan jangan berdalih penulis tidk bertanggung jawab…

    • Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya!!
      saya hanya mengharapkan para pembaca semakin dewasa dalam memilih cara untuk membasmi wereng.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s